LOLOS JETRADA, JOANA ZETTIRA AKAN DIGADANG KE JETRANAS DI BUKITTINGGI


Kebudayaan merupakan sesuatu yang berkembang dari sesuatu yang bersifat tidak biasa, lalu menjadi terbiasa, dan akhirnya berkembang menjadi sebuah kebiasaan. Tentunya semua itu tak lepas dari hasil cipta, rasa, dan karsa manusia. Banyak orang yang mendefinisikan Kebudayaan sebagai warisan leluhur yang sangat susah untuk digantikan keberadaannya. Akan tetapi, Jika anda mencoba untuk mengkorelasikan dengan era sekarang, tentunya hal ini bukanlah sebuah kebudayaan murni. Dikatakan tidak sepenuhnya murni karena kebudayaan tentu mengalami suatu Degradasi dan Metamorfosa dari generasi ke generasi.

Lalu apa hubunganya dengan Jetranas ?..

Jetranas merupakan Salah satu upaya pengenalan dan pemahaman keragaman budaya termasuk tradisi di Indonesia yang diupayakan oleh Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Penyelenggaraan JETRANAS bertujuan agar generasi muda dapat mengetahui, mengenali, serta memahami keragaman budaya tradisi yang ada di Indonesia, menumbuhkan rasa saling menghargai terhadap budaya yang berbeda sebagai langkah antisipasi pertentangan/konflik sosial yang marak akhir-akhir ini. Pendidikan budaya dalam Jejak Tradisi Nasional diharapkan mampu memberi variasi segar dalam sistem pengajaran secara simulatif agar siswa tidak merasa jenuh dengan pengajaran secara tatap muka.

Siapa sich Joana Zettira itu ?..

Joana merupakan ketua osis di SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN. Selain sebagai ketua osis ia merupakan sesosok siswa yang mungkin terbilang mencolok di kalangan murid-murid seusiannya. Betapa tidak, diusinya yang masih terbilang muda ini dia sudah sering kali mengikuti ajang ajang penelitian. Sebut saja OPPSI, dan Jelajah kebudayaan merupakan ajang bergengsi yang ia ikuti. Selain itu sebelum mengikuti ini ia juga ikut berkolaborasi dalam ajang nulis bareng. Sejak ajang nulis bareng itulah, Kemampuanya semakin terlihat dan semakin meningkatkan rasa kepercayaan dirinya. Yang pada akhirnya bisa mengantarkannya lolos pada ajang JETRADA.


Tentunya tak cukup sampai disitu saja. Setelah jetrada ini, ia kan berangkat ke bukittinggi untuk mengikuti JETRANAS, Wow?..  Sudah tentu harapannya ia bisa lolos dalam ajang ini. Sehingga bisa menjadi sebuah pencapaian yang baik.

AUDIENSI PESERTA LOMBA KADARKUM PERWAKILAN DIY

YOGYAKARTA (27/7/2016) jogjaprov.go.id – Sebagaimana tahun sebelumnya, maka pada tahun 2016, BPHN Kemenkumham RI kembali mengadakan Lomba Kadarkum tingkat nasional, yang dijadwalkan akan diselenggarakan pada 1-4 Agustus 2016, dan bertempat di Putri Duyung Ancol Cottage dan Convention Jakarta. Lomba ini diikuti oleh perwakilan dari propinsi se-Indonesia, termasuk DIY.
Lomba tersebut bertujuan untuk Meningkatkan Pemahaman Kelompok Kadarkum tentang Hukum; Memotivasi Kelompok Kadarkum dan Masyarakat tentang perlunya memiliki kesadaran hukum; dan Memotivasi Kelompok Kadarkum dan Masyarakat untuk meningkatkan wawasan di bidang hukum.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka rombongan peserta lomba Kadarkum tingkat nasional, perwakilan dari DIY, melakukan audiensi dengan Wagub DIY, KGPAA Pakualam X (27/7) dan bertempat di ruang rapat Wagub.

Rombongan tersebut terdiri dari 15 orang peserta, yang berasal dari berbagai SMA/SMKN di Bantul, termasuk diantaranya adalah MULIANA PUSPITA SARI, yang merupakan seorang siswi dari dari SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN,dan tidak lupa dalam tim ini ada perwakilan dari Bagian Hukum Sekda Kabupaten Bantul, dan perwakilan dari Kemenkumham Kabupaten Bantul yang bertugas sebagai pendamping TIM. Peserta lomba kesemuanya merupakan anggota Tim Anak Bantul Peduli Hukum, yang dihasilhan dari proses seleksi Lomba Desa Sadar Hukum

Dalam sambutannya, Wagub yang didampingi oleh Kepala Biro Hukum, Dewo Isnu Broto, menyampaikan harapannya agar para peserta semangat untuk berjuang, serta menjadikan lomba tersebut sekaligus sebagai ajang silaturahmi dengan kontingen dari propinsi lain.
Di pihak lain Dewo Isnu Broto menyampaikan agar para peserta lomba Kadarkum juga dapat menjadi agen pemerintah untuk menegakkan hukum, baik di sekolah maupun lingkungan tempat tinggal.

sumber : http://www.jogjaprov.go.id/warga/catatan-sipil/view/audiensi-peserta-lomba-kadarkum-perwakilan-diy-dengan-wagub-diy

PENERIMA PENGHARGAAN ANUGERAH TUNAS MUDA PEMIMPIN INDONESIA 2016


Kembali lagi Salah satu siswi dari SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN telah berhasil menorehkan prestasinya di tingkat nasional di tahun 2016 ini. Agista, begitulah penggilan akrabnya di sekolah. Di acara puncak Hari Anak Nasional (HAN) yang diadakan tepat tanggal 23 Juli lalu di Mataram Lombok,Nusa tenggara barat. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga memberikan Penghargaan Anugerah Tunas Muda Pemimpin Indonesia Tahun 2016. Dalam acara puncak ini ada 4 kategori penghargaan yang diberikan, mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTs/, SMA/SMK/MI hingga kategori umum.
Berikut daftar penghargaan 4 katergori tersebut ;

Kategori Usia SD/MI/Sederajat

  1. Amelia Vega (Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur)
  2. Caecillia Ega Sanjaya (Kabupaten Sleman, Provinsi DIY)
  3. Fanisa Maulina Rahma Putri (Kabupaten Sleman, Provinsi DIY)

Kategori Usia SMP/MTs/Sederajat

  1. Angelica Wahyu Kartika Budiarti (Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur)
  2. Nabila Ishma Nurhabibah (Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat)
  3. Muhamad Ridwan (Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta)

Kategori Usia SMA/SMK/MI/Sederajat

  1. Agista Siskasari (Kota Yogyakarta, Provinsi DIY)
  2. Siti Nur Dzakiyyatul Khasanah (Kota Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah)
  3. Ikam Gading Fajar Romadhon (Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur)

Kategori Umum

  1. Wilson Tirta (Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur)
  2. Muslim (Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung)
  3. Glen Arthur Mambri Bisay (Kota Jayapura, Provinsi Papua)


Pandai dan aktif dalam menyuarakan hak-hak anak serta aktif berkontribusi dala pembangunan nasional. Siswi yang menjadi ketua forum anak di kota gudeg ini, bersama dengan rekan-rekan seperjuangan dalam organisasinya telah berhasil menjadi salah satu forum anak terbaik. Oleh karena itu tepat tanggal 19-23 Juli lalu di Mataram, Lombok Agista Siskasari mendapat undangan untuk mengikuti acara Forum Anak Nasional sekaligus Puncak dari Hari Anak Nasional.Sebelum mendapatkan penghargaan ini agista juga pernah menjadi delegasi prov diy di acara Forum Anak Nasional 2015 yg diadakan di Bogor, Jakarta dan Parlemen Remaja 2015 di Gedung DPR RI, Jakarta

DEA MAJESTIKA SISWA SMABA RAIH JUARA 2 LOMBA PENULISAN ARTIKEL YG DISELENGGARAKAN OLEH LPSK


LPSK yang merupakan lembaga mandiri diharapkan mampu mengabdi pada kepentingan pemenuhan hak-hak saksi dan korban di Indonesia. Pada saat ini beberapa hal sebagai kondisi obyektif yang Lagi Dea Majestika SMABA raih juara 2 lomba menulisdihadapi LPSK, antara lain adalah terkait organisasi dan menejemen LPSK yang memerlukan berbagai unit pelaksana , antara lain penataan dan pembinaan adminsitrasi tata aturan, sistem pelaporan dan mewujudkan kemampuan LPSK, khususnya untuk operasional dalam pemberian perlindungan dan bantuan para saksi dan korban maupun aksi-aksi dan atau proses hukum berkenaan dengan aktivitas LPSK sebagai lembaga publik yang bersifat mandiri. Selanjutnya berbagai kasus yang akan ditangani LPSK dalam prakteknya tentu membutuhkan keterlibatan berbagai kemampuan mitra sesuai dengan peran dan fungsi dan tanggung jawabnya. Artinya selain LPSK dituntut profesional, LPSK juga membutuhkan kemampuan, potensi dan dukungan dari berbagai pihak.

Pada tanggal 20 Mei 2016, LPSK bekerja sama dengan Sanggar Belajar ABW menyelenggarakan Seminar Sosialisasi Tugas dan Fungsi LPSK dan Lomba Penulisan Artikel dan Desain Poster di Sultana Ballroom, Hotel Royal Ambarukmo Yogyakarta. Hadir pada acara ini Ketua LPSK Abdul Haris Semendawai S.H. L.LM sebagai Keynote Speaker bersama dengan Narasumber Prof.Lagi Dea Majestika SMABA raih juara 2 lomba menulis Dr. Teguh Soedarsono wakil ketua LPSK yang membawakan presentasi berjudul Peran Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban  (LPSK) Dalam Perlindungan Saksi dan/atau  Tindak Pidana Serius. Hadir mewakili Gubernur DIY yang membawakan sambutan Gubernur sekaligus membuka acara Bayu Adi Kristanto, S.H selaku Kepala Biro Hukum Pemerintah Prov. DIY.

Dea Majestika, ia merupakan salah satu siswa di SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN yang ikut berpartisipasi mengirimkan artikelnya ke lombalpsk2016@gmail.com. Siswa yang sekarang duduk di kelas XII IPA I SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN ini merupakan salah satu yang meraih juara II dalam kategori Lomba Penulisan artikel.

“Selamat malam Pak joko, Saya Dea Majestika kelas XII IA 1. Alhamdulliah saya juara 2 lomba artikel LPSK. Tadi pengumuman dan penganugerahannya di Hotel royal Ambarukmo.”


Itulah isi pesan singkat yang ia kirimkam kepada Bpk Drs. Ir. H. JOKO KUSTANTA, MPd selaku kepala sekolah di SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN

ANGGIT SEMBADA JUARA HARAPAN III PADA PERAYAAN HARI ANAK NASIONAL

Anggit Sembada, Dia adalah salah satu siswa di SMABA. Bocah laki-laki dengan postur yang lumayan besar ini memang memiliki pengetahuan yang baik dalam dunia design. Hal ini terbukti dengan ia keluar sebagai juaran harapan III untuk kategori lomba design poster pada hari anak nasional. Di Sekolah ia memang terlihat sedikit pendiam, akan tetapi diluar itu memang seringkali ia membuat suatu prestasi / ide yang cemerlang. Tamantiban, Bersama dengan kevin teman satu sekolahnya di SMABA ia dan teman-temannya banyak berkreasi disana.
Setelah beberapa waktu yang lalu mewakili tamantiban bersama dengan temannya ?. Kali ini dalam lomba poster yang diadakan pada perayaan hari anak nasional kota Yogyakarta ini, ia sempat meraih juara harapan III.

“Harapan sek.”

Sepatah kata itulah yang ia tulis dalam akun instagramnya. Salah satu siswa di SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN yang lahir pada 11 Agustus 1998 ini memang sering terlihat seperti seorang yang pendiam. Akan tetapi ia sering kali membuat ide-ide yang bagus.

( UPDATE ) TAK HANYA LOLOS JETRADA, JUARA II JETRANAS BUKITTINGGI PUN JUGA DIDAPAT


Kembali lagi siswa-siswi SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN menujukkan nyalinya di kancah Jejak tradisi Budaya Nasional yang diupayakan oleh Direktorat Pembinaan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Joana Zettira merupakan salah satu siswa dengan banyak prestasi dari SMABA. Setelah sebelumnya berhasil lolos dari Jejak tradisi bodaya Daerah, Kali ini ia juga lolos dalam ajang Jejak tradisi Budaya Nasional di Bukittinggi.
Kiri ke kanan: Jogja – Surabaya – Kendal – Jenawi

Joana merupakan ketua osis di SMA NEGERI 1 BANGUNTAPAN. Selain sebagai ketua osis ia merupakan sesosok siswa yang mungkin terbilang mencolok di kalangan murid-murid seusiannya. Betapa tidak, diusinya yang masih terbilang muda ini dia sudah sering kali mengikuti ajang ajang penelitian. Sebut saja OPPSI, dan Jelajah kebudayaan merupakan ajang bergengsi yang ia ikuti. Selain itu sebelum mengikuti ini ia juga ikut berkolaborasi dalam ajang nulis bareng. Sejak ajang nulis bareng itulah, Kemampuanya semakin terlihat dan semakin meningkatkan rasa kepercayaan dirinya. Yang pada akhirnya bisa mengantarkannya lolos pada ajang JETRADA.
Tentunya tak cukup sampai disitu saja. Setelah berhasil mengalah BNPB Aceh Setelah, Ia dan BNPB yogyakarta berhasil lolos sebagai Juara II dalam ajang Jetranas yang diadakan di Bukittinggi padang.