Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai: Komitmen SMA Negeri 1 Banguntapan Menjaga Sekolah yang Aman, Berkarakter, dan Bebas Kenakalan

Bantul, sman1-btp.sch.id — SMA Negeri 1 Banguntapan (SMABA) turut serta dalam Upacara Bendera dan Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai yang digelar serentak oleh seluruh SMA/SMK se-Daerah Istimewa Yogyakarta pada Senin, 20 Juli 2026, pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini menjadi respons konkret dunia pendidikan DIY atas maraknya kasus kenakalan pelajar yang mengarah pada tindak pidana di ruang publik, sekaligus penegasan sikap bahwa lingkungan sekolah harus tetap menjadi ruang yang aman, santun, dan bebas dari kekerasan.

Latar Belakang dan Dasar Kegiatan

Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai: Komitmen SMA Negeri 1 Banguntapan Menjaga Sekolah yang Aman, Berkarakter, dan Bebas KenakalanUpacara dan deklarasi ini dilaksanakan berdasarkan Instruksi Gubernur DIY Nomor 6512 Tahun 2026 tentang Penanganan Kenakalan Anak Usia Sekolah yang Berujung pada Tindak Pidana di Ruang Publik, serta Surat Keputusan Gubernur DIY Nomor 185 Tahun 2026 tentang Pembentukan Satuan Tugas terkait. Dua regulasi ini lahir sebagai langkah cepat pemerintah daerah menyikapi keresahan masyarakat terhadap perilaku menyimpang sebagian pelajar yang berpotensi merugikan diri sendiri, sekolah, maupun masyarakat luas.

Bertindak sebagai Pembina Upacara untuk SMA Negeri 1 Banguntapan adalah Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY Bp Agustinus Ruruh Haryata, S.H., S.T., M.Kes., sesuai jadwal yang tercantum dalam lampiran surat penugasan. Kehadiran pejabat lintas sektor sebagai pembina upacara di berbagai sekolah se-DIY menunjukkan bahwa persoalan kenakalan pelajar bukan semata tanggung jawab dunia pendidikan, melainkan urusan bersama seluruh perangkat daerah dan elemen masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung serentak di seluruh SMA/SMK se-DIY ini menegaskan bahwa persoalan kenakalan pelajar memerlukan penanganan yang terkoordinasi, konsisten, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan mulai dari sekolah, keluarga, hingga pemerintah daerah.

Isi Deklarasi: Enam Komitmen Warga SMA Negeri 1 Banguntapan

Dalam upacara tersebut, seluruh warga SMA Negeri 1 Banguntapan — siswa, guru, dan tenaga kependidikan — bersama-sama mengikrarkan Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai yang berisi enam komitmen utama:

  1. Menolak segala bentuk kekerasan, perundungan (bullying), dan intoleransi di lingkungan sekolah maupun di ruang publik.
  2. Menolak penyalahgunaan dan peredaran narkoba, obat-obatan terlarang, serta minuman beralkohol.
  3. Berjanji menjauhi pornografi dan pornoaksi dalam segala bentuknya.
  4. Berani melapor apabila melihat atau mengalami pelanggaran, baik di lingkungan sekolah maupun di media sosial.
  5. Siap menjadi agen perubahan bagi terciptanya lingkungan sekolah yang santun, damai, dan saling menghargai.
  6. Berkomitmen menjadi generasi muda yang bertanggung jawab dan bermoral, sesuai nilai-nilai luhur budaya Yogyakarta.

Seluruh warga sekolah juga menegaskan kesiapan menerima sanksi sesuai tata tertib sekolah apabila di kemudian hari melanggar komitmen yang telah diikrarkan bersama ini. Penegasan konsekuensi ini penting agar deklarasi tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan benar-benar menjadi pegangan sikap sehari-hari.

Komitmen ini sejalan dengan langkah yang selama ini telah dijalankan SMABA melalui Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di satuan pendidikan. Sekolah bahkan pernah menggelar Deklarasi Anti Bullying dalam rangkaian Panen Karya Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema “Bangunlah Jiwa Raga”, sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran anti-kekerasan sejak dini di kalangan siswa. Melalui TPPK, sekolah secara berkelanjutan melakukan sosialisasi, pengawasan, dan pendampingan bagi siswa agar suasana belajar tetap kondusif dan bebas dari tindak kekerasan.

Selaras dengan Capaian Rapor Pendidikan 2025

Deklarasi ini juga menemukan konteksnya yang kuat dalam capaian Rapor Pendidikan 2025 SMA Negeri 1 Banguntapan. Berdasarkan data resmi Rapor Pendidikan, indikator Karakter Murid sekolah tercatat naik dibandingkan tahun 2024 dan berada pada kategori Baik, sementara kemampuan Literasi dan Numerasi siswa mencapai 100% pada kompetensi minimum — sebuah pencapaian yang menempatkan SMABA di jajaran atas skala nasional.

Namun demikian, indikator Iklim Keamanan Sekolah (D.4) meski masih berada pada kategori Baik dengan skor 79,2, mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kabar baiknya, dua sub-indikator penting justru menunjukkan tren positif: tingkat keamanan siswa dari perundungan naik menjadi 96,77% (naik 1,32 poin), sementara keamanan dari hukuman fisik tetap terjaga sempurna di angka 100%, tidak berubah dari tahun sebelumnya. Data ini menunjukkan bahwa kondisi keamanan sekolah secara umum masih terkendali dengan baik.

Sementara itu, aspek Kondisi Kebinekaan tercatat dalam poster Rapor Pendidikan sebagai area yang “paling perlu ditingkatkan”. Temuan ini menjadi catatan penting bagi sekolah untuk terus memperkuat penghormatan terhadap keberagaman di tengah warga sekolah yang majemuk.

Dengan demikian, Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan langkah konkret dan strategis bagi SMA Negeri 1 Banguntapan untuk merawat capaian-capaian yang sudah baik sekaligus memperbaiki titik-titik yang masih perlu ditingkatkan, khususnya pada iklim keamanan dan kebinekaan sekolah.

Pesan Kunci: “Eling lan Waspada”, Falsafah Leluhur untuk Melindungi Generasi Muda

Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai: Komitmen SMA Negeri 1 Banguntapan Menjaga Sekolah yang Aman, Berkarakter, dan Bebas KenakalanSalah satu pesan yang selalu menjadi ruh dari amanat Gubernur DIY dalam berbagai kesempatan serupa adalah ajakan untuk senantiasa “eling lan waspada” — sebuah falsafah leluhur Jawa yang bermakna selalu ingat dan waspada. Filosofi ini mengajak setiap pelajar untuk cermat memilih lingkungan pertemanan yang membangun, serta berani berkata “tidak” terhadap ajakan-ajakan negatif yang dapat menjerumuskan pada kenakalan maupun tindak pidana.

Kepada orang tua, pesan yang selalu ditekankan adalah bahwa rumah merupakan “benteng pertama dan utama” dalam membentuk karakter anak. Peran keluarga tidak bisa digantikan oleh sekolah maupun pihak manapun, sehingga komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak menjadi kunci pencegahan kenakalan sejak dari rumah.

Selain itu, penguatan gerakan Jaga Warga — inisiatif berbasis komunitas untuk menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan terus disosialisasikan bersama layanan Call Center 110 sebagai kanal pelaporan cepat bagi masyarakat yang menemukan indikasi kenakalan atau tindak kekerasan yang melibatkan anak usia sekolah. Ditegaskan pula bahwa pendekatan hukum akan diterapkan secara tegas terhadap setiap pelanggaran, namun jalan pembinaan dan pemulihan tetap terbuka lebar bagi siswa yang sempat tersesat, agar mereka mendapatkan kesempatan untuk kembali ke jalur yang benar.

Penutup: Bersama Menjaga Sekolah yang Santun, Damai, dan Berprestasi

Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai ini menjadi ajakan bagi seluruh warga SMA Negeri 1 Banguntapan — siswa, guru, tenaga kependidikan, hingga orang tua — untuk mendukung penuh komitmen ini dalam keseharian, bukan sekadar seremoni yang berhenti di lapangan upacara. Nilai-nilai anti kekerasan, anti perundungan, dan cinta damai perlu terus dihidupkan dalam interaksi sehari-hari di kelas, di lingkungan sekolah, maupun di ruang digital.

Sebagai sekolah dengan capaian akademik yang membanggakan di tingkat nasional, SMA Negeri 1 Banguntapan meyakini bahwa prestasi tinggi harus berjalan beriringan dengan lingkungan belajar yang aman, berkarakter, dan menjunjung tinggi keberagaman. Identitas SMABA sebagai sekolah unggulan tidak akan lengkap tanpa suasana sekolah yang santun dan damai bagi seluruh warganya.

Mari bersama-sama menjaga SMA Negeri 1 Banguntapan sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh prestasi. Ikuti terus perkembangan kegiatan sekolah melalui laman resmi sman1-btp.sch.id, Instagram @smabayogya, dan kanal YouTube SMABA Yogya.

Kata kunci: Deklarasi Pelajar Jogja Santun dan Cinta Damai, SMA Negeri 1 Banguntapan, Upacara Bendera 20 Juli 2026, Instruksi Gubernur DIY Nomor 6512 Tahun 2026, TPPK, anti perundungan, Rapor Pendidikan 2025, Jaga Warga, Call Center 110.

Leave a Reply