Halo Sobat Kependudukan SMABA ?. Jadi pada hari sabtu, 25 September 2021 kemaren kader-kader smaba secara resmi mengukuti kegiatan WEBINAR PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK yang diselenggarakan oleh Kementrian Koordinasi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Dlam acara ini ada beberapa TIM yang menjadi pengisi acara diantaranya :

Pembawa Acara : Maya Kornelia
Moderator          : Aditya Septiansyah
Sambutan          : Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.
Pesan – pesan   :

  • Femmy Eka Kartika Putri, M.PSI
  • Jumeri, S.TP., M.Si.
  • Dr. H. M Ali Ramdhani
  • Agustina Erni, M.Sc

Selain itu ada juga beberapa Narasumber yang terlibat dalam acara ini diantaranya ada :

  • Fathia Izzati
  • Nimaz Dewantary
  • Dyana Safitri Velies,SpOG(K), MKes
  • Grestine Dwivanya C.
  • Aryani Tri Wrastari, S.PSI., M.Ed(ReEvAss)., PH.D

Pernikahan Usia Dini di Indonesia saat ini terbilang masih cukup tinggi. Menurut data BKKBN di tahun 2018 :

WEBINAR PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK

“Di Indonesia, terjadi 40 kasus perceraian perjam. Sebanyak 70 persen di antaranya diajukan oleh perempuan. Menurut dia, ini adalah masalah serius karena perceraian tidak hanya memberi dampak negatif kepada anak, tetapi juga kepada ibu. “

Menikahlah saat sudah cukup umur dan siap, karena menikah dini memiliki dampak yang kurang baik. Pernikahan dini rentan sekali menyebabkan pendidikan terhenti. Usia yang terlalu muda juga bisa membahayakan ibu dan bayi. Bayi rentan mengalami stunting dan lahir premature.Untuk mengurangi trend pernikahan dini ini maka kegiatan Webinar semacam ini tentunya akan sangat berguna. Terutama untuk memberi wawasan kepada anak anak milenial agar lebih memahami resiko pernikahan dini.

Menurut Aryani Tri Wratari, S.PSI, M.Ed(ReEvAss)., PH.D ada beberapa faktor penyebab pernikahan dini. Diantaraya :

  1. Faktor ekonomi: memperoleh jaminan finansial/keamanan, status sosial.
  2. Peran gender/jenis kelamin : anak perempuan sering dilihat sebagai beban finansial dan sosial
  3. Perjodohan dan norma budaya : ikatan perjodohan antar keluarga atau kelompok masyarakat
  4. Ilusi perkawinan di dunia digital : bahaya fatamorgana pernikahan dan pornografi

Untuk itu diperlukan Peranan orang tua supaya mengurangi laju pertimbuhan pernikahan di usia dini ini.Mungkin ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua, diantaranya :

  • Hargai dan dukung hak anak, mendukung pernikahan dini sama dengan membunuh anak
  • Dukung anak mendapat pendidikan
  • Bekali anak dengan pendidikan seksualitas dan kesehatan reproduksi

Dalam Webinar ini Fathia Izzati menyampaikan bahwasannya dalam pernikahan banyak sekali konsekuensi yang harus di pahami terlebih dahulu. Banyak yang harus dipikirkan sebelum menikah. Sangat penting bahwa pernikahan bukan dari sebuah tekanan entah orang tua atau orang sekitar. Peran keluarga sangat penting untuk diri. Jika di dalam keluarga dan teman ada yang ingin melakukan pernikahan dini cobalah berkompromi dan berikan pemaparan tentang mengapa pernikahan dini bukanlah suatu hal yang harus diimpi-impikan.  Cobalah mencari teman yang ambisius agar kita mendapat dampak positif sehingga kita dapat terdorong untuk maju.

Salam Genre ?..

 

 

 

Leave a Reply